Draft


Sedikit coretan sebelum belajar.

Sejenak melihat banyaknya draft yang ada di blog saya, 34 draft. Lumayan juga, namun lebih banyak tulisan yang sejatinya udah pernah saya post namun saya “sembunyikan” lagi. Ada beberapa alasan kenapa saya melakukan itu.

  1. Tulisan terlalu alay, (FYI, blog ini sejak 2007)
  2. Tidak lagi sesuai dengan diri saya (ceilah… nggaya)
  3. Ngaca (biar g cuma bisanya omong doang, jadi yang g bisa saya lakukan ya mending hide aja, wkwkwk :D)
  4. Emang belum selesai nulis sih

Meski demikian rasanya tidak tega untuk membuangnya, apalagi jika sudah terdapat banyak kalimat didalamnya. Walaupun beberapa isinya ada yang alay, aneh, g penting, kadang kalau baca lagi bisa sampe mikir kok gitu banget. Eman, klo orang jawa bilang.

Terus buat apa?

Masih belum tau juga buat apa, tapi saya berpikir mungkin suatu saat butuh. Butuh ide tulisan, meneruskan tulisan yang lama, atau sedikit mengenang tulisan yang alay-alay itu dan menjadikannya bahan tulisan lain. Seperti saat ini misalnya, terinspirasi dari angka draft.

Seperti halnya kenangan pahit, tidak perlu kita berusaha membuangnya, karena suatu saat mereka bisa menjadi hal yang lebih berguna🙂 (eits.. jangan baper…)

 

 

Draft

Untitled


Ini kali pertama saya menulis di blog di tahun 2016, dan memang sudah lama sekali tidak menulis disini. Bahkan saya baru tau kalau lagi-lagi tampilan wordpress berubah. Anyway, tiba-tiba ingin menulis setelah membaca post di fb seorang teman, sebuah berita tentang pengajuan PHK PT. Chevron Pacific Indonesia dengan kutipannya adalah

Let the money follow your skill and competency, not the other way around. It will be rewarding and sustainable, for YOUR FUTURE, not the company’s future, not your parent’s future, not your sibling’s future.”

Skill and Competency, dua kata ini membuat saya merenung (menggalau gitu deh) sejauh mana skill dan kompetensi saya saat ini? Sebagai apa? (mantan) Web Programmer? atau Dosen Informatika (yang masih abal-abal)? Menusuk juga sih rasanya klo memikirkan hal tersebut. Menusuk karena skill yang ah, sudahlah terlalu menyedihkan untuk dibicarakan.

Pernah baca bukunya Pak Rene yang berjudul “Your Job Is Not Your Carrier” ? Ini buku recommended banget buat yang galau dengan karir atau pekerjaan saat ini. Dalam buku ini salah satu yang saya tangkap adalah, karir adalah diri sendiri, kemampuan yang dimiliki, hal-hal yang pernah dicapai, potensi diri, dan itu semua semestinya bisa terlepas dari perusahaan anda bekerja (maaf Pak Rene jika saya salah tangkap dari buku Anda, hehehe). Sedangkan pekerjaan (Job) adalah alat untuk mencapai karir. Saya berpikir, karir merupakan pencapaian, sehingga mau kerja dimana pun (pindah dari perusahaan lain) itu tidak berpengaruh karena melekat pada diri sendiri (yang saya maksudkan disini bukanlah karir dalam bentuk gaji yang selalu naik atau jabatan yang selalu naik ya). Saya termasuk orang yang percaya bahwa skill dan kompetensi yang dimiliki akan mendapatkan reward (tidak selalu berupa uang) yang sepadan. Bagaimana dengan orang yang tidak punya skill tapi punya gaji gede? Itu namanya rezeki-nya dia, hehehe… Dan Allah telah mengatur rezeki orang-orang yang mau berusaha.🙂

Kembali lagi ke kutipan di atas, menurut saya mengingatkan bahwa skill dan kompetensi itulah yang melekat pada diri kita sendiri dan itu yang akan dilihat oleh perusahaan (atau orang lain) untuk memberikan reward kepada kita. Tentunya perusahaan tidak akan membiarkan begitu saja orang yang punya kemampuan, kalaupun demikian, tentunya “orang lain” akan “meliriknya”.😉

Meningkatkan skill itu merupakan upaya kita meningkatkan reward diri kita sendiri, dan menunjukkan bahwa kita bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah saat ini (pekerjaan, ilmu, pengalaman, dan waktu).

Ini merupakan cambuk buat diri sendiri yang selama ini tidak meningkat-meningkat skill-nya… hiks.. aku kudu semangat!!

Ditengah-tengah lagi pusing memikirkan pertanyaan “The Biggest Achievement and how does it shape you”. Dan bingung ngasi judul oret-oretan ini apah??

Untitled

Karena Bu Risma


Sangat bermanfaat pake banget, harus sabar bacanya karena panjang, tapi beneran isinya keren banget!!

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

View original post 4,588 more words

Karena Bu Risma

Nggak Penting Istri Pinter Masak


Buatku sih nggak penting istri pinter masak, yang penting istri yang sempet masak. Percuma kan kalau punya istri yang pinter masak tapi dia nggak sempet buat masak.

Ugh! Jleb banget! Kurang lebih begitu kalimat salah satu teman saya pada suatu hari setelah memberi sedikit pujian terhadap masakan saya. Bagai balon yang besar kemudian dikempesin *apa coba*

Bener juga sih, kalau pinter masak tapi tidak pernah memasak ya buat apa. Kalau sekedar bisa masak tapi sering  masak malah justru kemampuan kian terasah, keluarga ikut senang. Buat saya, memasak Continue reading “Nggak Penting Istri Pinter Masak”

Nggak Penting Istri Pinter Masak

My September


Sepuluh hari lalu tepat tanggal dimana saya dilahirkan di dunia ini. Tidak banyak yang tau karena memang segaja tidak publish di sosial media. Awalnya sedih banget saat orang yang dekat dengan saya kok sepertinya lupa, ya walau memang mereka sengaja melakukannya. Hahahaa…. Tapi tetap tahun ini pun ada yang istimewa.🙂

Hari jumat tentunya masih week day dan harus menghabiskan waktu di kantor. Entah kenapa temen-temen di kantor berasa bikin emosi tinggi, atau bikin kesel sampai-sampai hampir nangis (hampir ya, bukan sudah) :p Setiap jumat kami ada sharing bareng, setelah kegiatan tersebut selesai tiba-tiba ada teman yang datang bawa tart. Okey, jadi selama itu mereka pura-pura bikin saya kesal, dan berhasil. Continue reading “My September”

My September

Berpikir Sebelum Berkata


friends

Setiap orang memang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri dalam menilai orang lain, sewajarnya begitu. Entah pendapat positif atau pun negatif. Bagaimana pun juga tidak ada manusia yang sempurnah di dunia ini, dan tidak pula kita bisa membuat semua orang menyukai diri kita. Namun, tidak ada salahnya jika kita berusaha menjadi orang yang meminimalisir kesalahan yang kita perbuat ke orang lain atau menyakiti hati mereka. Rasa sakit hati itu susah hilangnya kawan..🙂 Continue reading “Berpikir Sebelum Berkata”

Berpikir Sebelum Berkata

Trial : Pekan Pertama


Alhamdulillah mendapat pekerjaan yang saya bisa kuasai dan lingkungan juga enak (karena sudah lama kenal juga sih). Tapi masih dalam trial 2 bulan, jadi masih ada 7 pekan yang harus saya lalui. So far, I like this job. I should to talk in English on Tuesday and write in English too when I talk with my boss on skype. Padahal yang namanya bahasa inggris saya masih acak2an dan ya terutama masalah tata bahasa alias si Grammar, bisa sekalian jadi pembelajaran sih.. :p

Satu pekan ini saya dapat pengalaman baru, terutama masalah recuitment. Yap, saat ini saya sedang berkutat dengan recuitment. Hal yang menyenangkan bagi saya saat ini, merasakan biasanya mencari pekerjaan kini mencari pekerja. Hehehe… Justru dengan melihat cara para pelamar mengajukan lamaran mereka membuat saya belajar kira-kira seperti apa sih yang baik. Sampai saat ini yang paling “nggak banget” menurut saya adalah ketika melampirkan surat lamaran dan CV melalui email tapi di badan email tidak ada tulisan apapun. Menurut saya (lagi), sebaiknya sebutkan tujuan anda mengirimkan email tersebut walaupun tujuan ada di attached file. Cara seperti ini kok seperti layaknya kirim file ke temen sendiri aja…😐

Ternyata banyak sekali para pencari kerja (ya iyalah). Oleh karena itu buat para pencari kerja bersyukurlah jika sudah lolos administrasi, kemudian bisa lolos programming (atau tes tulis/tpa/psikotes/dkk) dan lolos wawancara. Hohoho… Jika pada wawancara tak lolos jua artinya bukan jodoh, mau coba lagi? tak ada salahnya. Pengalaman sih, nyoba mpe wawancara 2 kali di perusahaan yang sama tapi tetep tak sampai mimpi saya… :p dan Allah memberikan yang lain.

Ah, semoga berkah. Aamiin…🙂

Trial : Pekan Pertama