Untitled

Ini kali pertama saya menulis di blog di tahun 2016, dan memang sudah lama sekali tidak menulis disini. Bahkan saya baru tau kalau lagi-lagi tampilan wordpress berubah. Anyway, tiba-tiba ingin menulis setelah membaca post di fb seorang teman, sebuah berita tentang pengajuan PHK PT. Chevron Pacific Indonesia dengan kutipannya adalah

Let the money follow your skill and competency, not the other way around. It will be rewarding and sustainable, for YOUR FUTURE, not the company’s future, not your parent’s future, not your sibling’s future.”

Skill and Competency, dua kata ini membuat saya merenung (menggalau gitu deh) sejauh mana skill dan kompetensi saya saat ini? Sebagai apa? (mantan) Web Programmer? atau Dosen Informatika (yang masih abal-abal)? Menusuk juga sih rasanya klo memikirkan hal tersebut. Menusuk karena skill yang ah, sudahlah terlalu menyedihkan untuk dibicarakan.

Pernah baca bukunya Pak Rene yang berjudul “Your Job Is Not Your Carrier” ? Ini buku recommended banget buat yang galau dengan karir atau pekerjaan saat ini. Dalam buku ini salah satu yang saya tangkap adalah, karir adalah diri sendiri, kemampuan yang dimiliki, hal-hal yang pernah dicapai, potensi diri, dan itu semua semestinya bisa terlepas dari perusahaan anda bekerja (maaf Pak Rene jika saya salah tangkap dari buku Anda, hehehe). Sedangkan pekerjaan (Job) adalah alat untuk mencapai karir. Saya berpikir, karir merupakan pencapaian, sehingga mau kerja dimana pun (pindah dari perusahaan lain) itu tidak berpengaruh karena melekat pada diri sendiri (yang saya maksudkan disini bukanlah karir dalam bentuk gaji yang selalu naik atau jabatan yang selalu naik ya). Saya termasuk orang yang percaya bahwa skill dan kompetensi yang dimiliki akan mendapatkan reward (tidak selalu berupa uang) yang sepadan. Bagaimana dengan orang yang tidak punya skill tapi punya gaji gede? Itu namanya rezeki-nya dia, hehehe… Dan Allah telah mengatur rezeki orang-orang yang mau berusaha.๐Ÿ™‚

Kembali lagi ke kutipan di atas, menurut saya mengingatkan bahwa skill dan kompetensi itulah yang melekat pada diri kita sendiri dan itu yang akan dilihat oleh perusahaan (atau orang lain) untuk memberikan reward kepada kita. Tentunya perusahaan tidak akan membiarkan begitu saja orang yang punya kemampuan, kalaupun demikian, tentunya “orang lain” akan “meliriknya”.๐Ÿ˜‰

Meningkatkan skill itu merupakan upaya kita meningkatkan reward diri kita sendiri, dan menunjukkan bahwa kita bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah saat ini (pekerjaan, ilmu, pengalaman, dan waktu).

Ini merupakan cambuk buat diri sendiri yang selama ini tidak meningkat-meningkat skill-nya… hiks.. aku kudu semangat!!

Ditengah-tengah lagi pusing memikirkan pertanyaan “The Biggest Achievement and how does it shape you”. Dan bingung ngasi judul oret-oretan ini apah??

Untitled

One thought on “Untitled

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s