Teori Cinta (1)

Beberapa waktu lalu (sudah sangat lama sekali sih), iseng-iseng ikut kajian “Pra Nikah Islami” oleh Ustad Bachtiar Nasir Lc., M.M. Sebenarnya ada dua materi yang akan disampaikan, Teori Cinta dan Fikih Nikah, sayang hanya cukup untuk menjelaskan tentang Teori Cinta dan sedikit sekali tentang Fikih Nikahnya, benar-benar disayangkan.

Oke, apa aja sih Teori Cinta itu? Sekedar menuliskan kembali dengan bahasa saya sendiri, semoga tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh beliau.

Cinta dalam bahasa arab yaitu Mahabbah atau Mawaddah. Namun ada perbedaan makna dari kata Mahabbah dan Mawaddah sendiri, Mahabbah merupakan cinta yang lebih kepada pasangan, sedangkan Mawaddah merupakan cinta yang murni lebih kepada Allah. Untuk lebih jelasnya bisa buka ini.

Pernah mendengar sebuah teori cinta oleh Sternberg, yaitu Triangular Theory of Love atau “Love Triangel Theory”. Tapi ini bukan cinta segitiga yang merumitkan itu lho ya… Teori ini merupakan teori tentang cinta yang didalamnya terdapat tiga komponen antara lain, Intimacy, Passion, dan Commitment.

Intimacy : perasaan keakraban, kedekatan, kemesraan

Passion : perasaan gairah, semangat

Commitment : perasaan mampu untuk mengikat diri dengan suatu alasan

Dikatakan cinta jika salah satu dari ketiga hal itu ada di dalam diri individu.

Ada berbagai macam cinta, seperti yang digambarkan pada gambar diatas, cinta yang yang intimacy rasa sekedar suka, seperti halnya kepada saudara atau teman. Passion, merupakan nafsu cinta. Commitment, bertekad kepada pasangan. Intimacy + Passion, merupakan cinta monyet, yang biasanya suka putus nyambung itu tidak ada rasa komitmen. Passion + Commitment, berupa hobby atau workaholic. Intimacy + Commitment, merupakan cinta kepada keluarga. Sedangkan cinta yang sempurna menurut Sternberg adalah cinta yang memiliki komponen ketiganya, yaitu Intimacy, Passion, and Commitment. Hal yang menarik di sini adalah, menurut Sternberg, “even the greatest of love can be die”. Ya seiring berjalannya waktu cinta itu akan mati, kalau pun terus ada hanya merupakan cinta yang masih mempertahankan Commitment.

Ternyata cinta tak hanya ‘bekerja’ sendirian, ada juga ‘pemicu-pemicu’ cinta, hormon-hormon cinta. Setelah sekilas membaca artikel ini dan ini, ternyata ada beberapa hormon yang dihubung-hubungkan saat seseorang jatuh cinta. Ada hormon phenylethylamine (PEA), hormon dopamine, norepinephrine, dan hormon endorphin. Kita lebih bahas yang endorphin karena kemarin yang dibahas ini. hehehe…

Hormon endorphin ini merupakan hormon yang memberikan rasa nyaman, senang, bahagia. Saat kita sedang jatuh cinta, hormon ini lah yang bekerja, makanya saat jatuh cinta bawaannya seneng mulu, senyum-senyum terus, mau ngapaian aja bahagia bawaannya, senyum-senyum sendiri sampai dikira gila #eh jangan sampai gitu lah ya. Tapi hormon ini bisa juga mengakibatkan kegelisahan, atau rasa stress/depresi terutama saat si wanita beraksi mencari perhatian (eh, ini g ngerti sih sumbernya mana, hanya dari denger pak ustad ngomong gitu), oleh sebab itu lah mengapa kita dilarang ber-khalwat atau berdua-duaan. Ngerasa gelisah g klo berdua-duaan gitu? Gak perlu pke praktek juga kali ya buat buktiin.. hehe.. :p

Sayangnya hormon-hormon cinta ini hanya bekerja selama 3 tahun saja. Seiring berjalannya waktu hormon ini akan melemah. Seperti kata Sternberg, “even the greatest of love can be die”. Jika kita kembali ke teori cinta versi Sternberg, ada faktor-faktor yang membuat cinta itu bisa mati, seperti gambar dibawah ini

Terus gimana dong masak ya cuma bertahan 3 tahun saja? Terus setelah 3 tahun?

-Bersambung-

Teori Cinta (1)

7 thoughts on “Teori Cinta (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s