Strategi Outsourcing Pada Organisasi IT

Apa yang akan lakukan jika menginginkan segelas susu segar siap tersedia di meja tiap pagi? Tentu saja anda tidak perlu telebih dulu membeli seekor sapi betina, membuatkan kandang, dan memberikannya pakan hanya untuk mendapatkan segelas susu segar tiap pagi.

Jika anda melakukan hal tersebut memang tidak ada salahnya, namun tentu saja biaya yang anda keluarkan tidaklah sedikit. Berbeda jika anda berlangganan kepada seorang pedagang susu segar untuk mengantarkan susu segar tiap pagi ke rumah anda, biaya yang dibutuhkan jauh lebih sedikit dan anda sudah dapat menikmati susu segar di atas meja tiap pagi. Begitulah contoh sederhana sebuah outsourcing.

Menurut O’Brein dan Marakas (2010) dalam buku berjudul : “Introduction of Information System” definisi dari outsourcingadalah pembelian sejumlah barang atau jasa yang semula dapat dipenuhi oleh internal perusahaan tetapi sekarang dengan memanfaatkan mitra perusahaan sebagai pihak ketiganya. Outsourcing memanfaatkan adanya mitra sebagai pihak ketiga untuk dapat membantu pekerjaan mereka pada bidang tertentu. Penyerahan pekerjaan pada mitra ini tentu diserahkan kepada orang yang lebih ahli daripada perusahaan atau organisasi IT itu sendiri, yang diharapkan tentu saja pekerjaan tersebut dapat lebih baik dan menguntungkan perusahaan.

Berikut gambar diagram yang menunjukkan proses outsourcing

Menurut Anthony Diromulado dan Vijay Gurbaxani, ada tiga pokok outsourcing pada IT yaitu meningkatkan kinerja bisnis, menghasilkan pendapatan baru, dan membantu perusahaan menilai outsourcing. Diharapkan dengan menggunakan outsourcing ini perusahaan atau organisasi IT dapat lebih fokus dalam menangani pekerjaan yang memang berfokus pada dirinya, sedangkan untuk pekerjaan yang lain di lakukan outsoucring. Salah satu contohnya sebuah perusahaan ingin mengadakan jaringan lokal di kantornya, tidak perlu perusahaan tersebut melakukan semuanya sendiri, cukup dengan menyerahkannya kepada yang lebih ahli untuk mengerjakannya dan perusahaan dapat lebih fokus kepada hal lain.

Mengapa menggunakan outsourcing sebagai pilihan?

Keuntungan dari adanya outsourcing yaitu :

  1. Perusahaan lebih fokus kepada core bisnisnya
  2. Akses teknologi maju
  3. Peningkatan kinerja dan kehandalan IT
  4. Meningkatkan cash flow

Namun tentu saja segala sesuatu memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan outsourcing. Kelemahan outsourcing yang ada antara lain :

  1. Ketergantungan terhadap vendor
  2. Kehilangan kendali sistem dan data
  3. Keamanan data dan informasi dipercayakan kepada pihak ketiga.

Dari keuntungan dan kekurangan yang ada pada outsourcing diharapkan kita dapat dengan bijak kapan kita memilih melakukan outsourcing dan kapan kita memilih melakukan in-sourcing, sehingga tidak terjadi kerugian pada perusahaan atau organisasi IT. Selain itu dengan mengetahui kelebihan dan kelemahan tersebut menjadi kewaspadaan jika pada akhirnya tetap memilih outsourcing sebagai solusi masalah. Sumber :

1) http://lovita.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/03/perbandingan-insourcing-outsourcing-dan-co-sourcing-dalam-implementasi-pada-perusahaan/
2) http://onvalue.wordpress.com/2007/10/10/perana-outsourcing-teknologi-informasi-dalam-meningkatkan-keunggulan-kompetitif/
3) http://klasiber.uii.ac.id/file.php/508206775/outsourcing-SJ.pdf
Strategi Outsourcing Pada Organisasi IT

One thought on “Strategi Outsourcing Pada Organisasi IT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s