Disaster Recovery atau Pemulihan Bencana

Sebuah bencana tentu saja tidak dapat diprediksikan kejadiannya. Seperti halnya bencana gempa dan tsunami yang ada di jepang yang dapat melumpuhkan jepang beberapa hari. Banjir, gempa bumi, angin tornado, dan lain sebagainya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya bencana alam yang dapat terjadi dan merusak segala fasilitas yang dimiliki, termasuk bencana seperti kebakaran, ledakan, pencurian, dan lainnya juga dapat merugikan berbagai pihak bersangkutan.

Adanya bencana tersebut dapat merusak fasilitas yang ada seperti teknologi. Oleh karena itu perlu adanya suatu rencana untuk memulihkan keadaan pasca bencana atau disebut juga dengan Disaster Recovery. Tujuan dari Disaster Recovery adalah meminimumkan risiko dan optimalisasi kesinambungan entitas dalam menghadapi resiko bencana.

Disaster recovery ini harus dilakukan untuk dapat memulihkan kegiatan yang ada pada wilayah tersebut. Tanpa adanya disaster recovery dapat mengakibatkan “kelumpuhan” pada wilayah tersebut semakin lama, semakin cepat dilakukan penanggulangan semakin cepat pula wilayah tersebut bangkit.

Infrastruktur teknologi informasi tentu memerlukan waktu yang cukup lama untuk membangunnya kembali oleh karena itu diperlukan perencanaan dalam mengatasi kemungkinan buruk terjadinya bencana. Diharapkan adanya perencanaan tersebut akan menjadikan pemulihan lebih cepat dan tidak memakan biaya yang banyak kerena kerugian bisa jauh lebih besar. Misalnya saja seperti terputusnya jaringan internet disuatu negara, bisa jadi akan merugikan banyak pihak dan dapat merugikan negera tersebut.

10 tips untuk perencanaan pemulihan bencana :

  1. Menyusun rencana pemulihan bencana
  2. Memantau pelaksanaan
  3. Uji rencana pemulihan bencana
  4. Lakukan off-site data back-up dan penyimpanan
  5. Lakukan tes restorasi data
  6. Back-up Laptop dan desktop
  7. Buatlah cadangan data
  8. Investasi pada pemulihan akibat pencurian dan penghapusan data untuk laptop
  9. Install anti-virus dan lakukan update secara teratur
  10. Mempertimbangkan untuk menyewa penyedia layanan yang dikelola
Sumber :
1) http://id.wikipedia.org/wiki/Pemulihan_bencana
2) https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:1juDDLvq2aoJ:www.ksap.org/Riset%26Artikel/Art11.pdf+it+disaster+recovery+plan&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESib790C-H0-wVrjs9NhRBQ-EzEBvYJEttJqajnMKj-cqs9M-djwOyrvLlkTyiXUuzJNKDxxke-lVhizJHMMEPj3DiZ4UPCi0K4RJX2vVkDMrVEOhXtHlfsU0vxVCdJRDmIHb2N_&sig=AHIEtbRZEhov4ZF32Cl-v0pXFephb9lhdw
3) http://www.infosectoday.com/Articles/DRPlanning.htm
Disaster Recovery atau Pemulihan Bencana

2 thoughts on “Disaster Recovery atau Pemulihan Bencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s