GR? Dilarang!

Sebenarnya tidak niat untuk posting hari ini, tapi entah kenapa kejadian selepas magrib menjelang isya’ tadi menggelitik saya untuk menulis ini. Ya mumpung masih ingat juga sih.

Jadi begini ceritanya, saat itu tiba-tiba HP saya menjerit (baca : berdering) ternyata dari teman saya. Kurang jelas suara yang saya tangkap, namun keadaannya dia sedang menangis. What happen??  *panik, tapi pura-pura g panik*

Dia ternyata juga perhatian banget sama yang lain

Yang terdengar jelas sih itu, dan saya langsung paham apa yang dia maksud. Inti dari masalah ini adalah GR atau Gede Rumongso, atau terlalu berprasangka atas sikap orang lain terhadap diri kita. Hal yang lumrah sebenarnya jika terjadi sama wanita jika seorang pria bersikap perhatian padanya. Tapi kadang agak tidak lumrah juga kalau dikit-dikit GR, tidak baik untuk kesehatan.

Salahkah wanita karena mudah GR? tidak juga, karena ya emang seperti itu lah wanita.

Salahkah pria yang membuat GR? tidak juga, karena ya emang seperti itu lah pria.

Terus salah siapa?

Tidak perlu cari tau siapa yang salah, cukup koreksi diri sendiri mungkin ada yang salah dengan sikap atau pemikiran kita sendiri. Mungkin memang karena sikap kita yang berlebihan hingga ada yang salah paham dengan sikap kita sehingga ada yang ke-GR-an. Mungkin juga ada yang salah dengan pemikiran kita yang menganggap sikap orang lain itu membuat kita GR. Untuk itu lah mengapa antara pria dan wanita harus menjaga jarak jika bukan mahromnya. Pergaulan ada adabnya, ada aturannya, ada batasnya. Pembatasan itu tidak selalu merugikan, tapi juga ada manfaatnya. *misalkan aja batasan masalah pada penulisan tugas akhircurcol*

Ukhti, akhi, tidak salah jika kita perhatian dengan teman kita, tapi selayaknya kita tetap membedakan sikap jika berhadapan dengan lawan jenis kita. Jangan terlalu berlebihan tapi juga jangan terlalu cuek. Sekedar memberi semangat hal yang wajar, tidak usah ber-GR-GR ria. Sekedar menyapa, mendo’akan agar lekas sembuh, mengingatkan hal yang lain jika kita berbuat salah sebenarnya bukanlah hal yang harus di-GR-kan.

Tapi juga jangan bersikap meluangkan waktu khusus untuk membangunkan sholat malam (klo mahromnya tak apa, malah bagus tuh), atau memanggil dengan panggilan ‘sayang‘ mungkin, atau setiap hari setiap saat tanya lagi ngapain (ya kadang wajar sih, tapi beberapa wanita bisa GR juga kayaknya, klo buat saya, that’s so annoying  ), atau menyediakan waktu untuk membelikan makan, mengantarkan pulang, menemani kemana gitu berdua, eits.. ingat.. yang ketiga syetan lho..  Terkadang tanpa sengaja melakukan hal tersebut entah apa pun tujuannya atau alasannya, jika memang belum bisa melamarnya atau minta dilamarnya sebisa mungkin dihindari,

karena sedikit demi sedikit tapi pasti akan timbul rasa GR di hati,

padahal belum bisa memberi janji untuk ditepati,

eh akhirnya ada yang patah hati,

nangis hari demi hari,

tak mau makan atau ngaji (eh jangan sampai nih kayak gini!!)

Hal yang terus saya ingat, jangan memberi harapan jika belum pasti dan jangan berharap pada makhluk Allah yang tidak bisa memberi kepastian. Bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Boleh GR jika ada yang bilang “besok aku ke rumahmu ya, aku mau lamar kamu ke orangtuamu, mau kan?” (ini pertanyaan yang memaksa untuk dijawab ‘iya’ haahaahaa ) selebihnya, tahan GR anda, pikir sekali lagi, hal itu lum pasti kan?

maaf jika ada salah kata, dan  jika ada  yang berkeberatan akan tulisan ini, silakan hubungi saya..

GR? Dilarang!

6 thoughts on “GR? Dilarang!


    1. eee….
      g semua sih,,
      tapi wajar aja kan kalau pernah GR sama orang dan pernah bikin orang GR,,, :p
      *saya hanya manusia biasa* haha… ngeles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s