Memilih Dongeng untuk Anak

Kemarin sekilas saya membaca artikel mengenai korelasi kebiasaan ‘anak zaman sekarang’ dengan cerita/dongeng yang mereka dapatkan saat kecil. Apa yang kita dengar, apa yang kita baca akan mempengaruhi dengan apa yang kita kerjakan dan menjadi sebuah kebiasaan, karena otak mengingat hal itu. Dalam hal ini pendidikan orangtua sangatlah penting agar terwujud akhlak seorang anak yang sholeh dan sholehah. Menjadi apa seorang anak nanti, tergantung pendidikan seperti apa yang orangtuanya terapkan.

Snow White“, “Rapunzel“, “Cinderala” dan kawan-kawannya, dongeng tersebut tidak asing lagi ditelinga kita kan? Pernahkah memperhatikan adanya adegan ciuman dalam cerita tersebut? Haha… jika melihat animasinya ada lho… apalagi yang “Snow White” itu bahkan jelas-jelas berciuman sebelum nikah. Sedangkan yang lainnya, baru kenal dah bisa ciuman.. hahaha.. gampangan banget yak jadi wanita??   Lagi pula cerita-cerita itu kurang adanya edukasi, sedikit sekali mungkin… atau bahkan tidak ada..

Ada salah seorang teman SMA saya yang menuliskan status FB seperti ini :

Pinokio pembohong, Robin Hood maling, Tarzan jalan2 setengah telanjang, dan yang paling parah, Putri Salju tinggal sama 7 cowok. Cerita2 ini berasal dari orangtua kita, tapi mereka yang banyak komentar kenapa generasi kita rusak. #faktajiwa

Ada banyak cerita lain yang lebih edukatif yang memberikan contoh yang baik untuk anak2, mengapa harus memilihkan cerita seperti ini ke anak kita nanti? Akan lebih bijak jika kita menceritakan seorang teladan yang nantinya menjadi teladan baginya, dicontoh olehnya. Menceritakan kehidupan Rasulullah, menceritakan 25 nabi, menceritakan sahabat-sahabat nabi, tentu hal ini lebih baik daripada menceritakan hal fiktif yang sama sekali tidak mendidik malah justru menjerumuskan perlahan. Ingat, masa kanak-kanak masa dimana mereka mencontoh apa saja yang mereka ketahui.

Saya bersyukur memiliki orangtua yang menyodorkan dan menceritakan kepada saya tentang kisah 25 nabi. Meski sekarang sudah tidak sehafal dulu bagaimana kisah-kisah mereka.. hehe… ^^

bagaimana seorang anak, tergantung dari orangtuanya

Memilih Dongeng untuk Anak

2 thoughts on “Memilih Dongeng untuk Anak

  1. narinawati says:

    Masa kecilku aku tidak nonton Snow White dll, sing tak elingi aku nonton Yoko mpe kadang telat datang ngaji -,-!

    Dan masa kecilku banyakan habis di ladang fa, main seorang diri dengan berbagai imajinasi,😀

    *aku suka tulisan-tulisanmu yang tentang keluarga ^^


    1. aku yo nonton Yoko rin,, soale temen2 pada cerita ttg itu.. haha… kayak e malah pernah hafal lagune deh… (thinking)

      masa kecilku,, dolanan mobil2an sih yang aku ingat,, dan diajakin pembantuku nonton film india… -____-” pelajaran buatku : klo misal ada pembantu harus ngasi tau gimana cara mendidik di keluarga…

      *haha,, terimakasih Rina.. tapi masih kasar sekali bahasaku dan masih kurang ilmunya… hehehe… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s