Is He The Right One? – part 2

Wah… sudah lama sekali baru saya menuliskan yang part2 nya,,, hehehe… Maaf…

Seperti yang pernah saya katakan di postingan sebelumnya 6 point berikutnya akan dibahas di postingan ini..πŸ˜€

Baiklah.. tidak perlu banyak basa basi lagi.. langsung saja diteruskan point apa sih yang harus diperhatikan.. Let’s check it out..

7. Si Dia Kekanak-kanakan atau Manja?

Sikap ini bisa dilihat dari seringnya dia meminta bantuan kepada orangtuanya, saat sedang pindah kosan misalnya.. atau saat ada masalah2 lain yang dia lebih mengandalkan orangtuanya daripada berusaha sendiri terlebih dulu. Apakah dia juga terbiasa untuk dilayani ini itu oleh keluarganya.

8. Si Dia Tahan Banting?

Sikap tahan banting sangat dibutuhkan saat kita membangun rumah tangga nantinya, tentu karena akan banyak badai yang menerjang “kapal” yang dinaiki. Sikap tahan banting ini bisa dilihat dari seberapa sering dia mengeluh, dan juga dari bagaimana dia menyesuaikan diri dari kondisi yang sulit. Perhatikan bagaimana dia mengatasi permasalahan dalam kehidupannya. Bagaimana sikapnya jika pekerjaan atau tugas kuliahnya menumpuk, jika menjadi lebih serius itu wajar saja tapi klo sudah marah2 g jelas.. harus dipikirkan bagaimana jika nanti berumah tangga..

9. Si Dia Mata Keranjang?

Ini termasuk point yang sangat penting..πŸ˜‰ Tentu tidak mau kan punya pasangan yang mata keranjang begitu. Nah, kita bisa mengetahuinya dari seberapa banyak sih perempuan yang sempat berhubungan dekat dengannya, apakah masih bisa dihitung pke jari? atau mungkin berbentuk banyak array (apa itu array? lihat disini) *istilah yang digunakan teman2 saya di kampus*. Dari banyaknya gadis tersebut dapat dilihat seberapa mudah dia berpindah hati dari perempuan satu ke perempuan yang lain. Meski ada juga laki-laki yang seperti itu namun setelah menikah sangat berkomitmen.

Perhatikan matanya saat sedang berbicara, apakah dia fokus dengan kita atau kesana kemari apalagi jika ada perempuan cantik yang lewat atau yang sedang duduk di tempat lain. Selain itu juga bisa dilihat dari seberapa sering dia membicarakan perempuan2 lain yang dekat dengannya atau memuji penampilan mereka.

10. Si Dia Tradisional atau Moderat?

Dibuku ini dikatakan point penting bagu muslimah untuk menjajaki bagaimana kehidupan setelah menikah nanti. Apakah pekerjaan harus dilepas atau tidak. Disini kita harus bisa membuat rencana yang kemungkinan akan terjadi. Bertanyalah padanya apakah dia menyukai masakan istri ketimbang masakan juru masak profesional misalnya. Orang moderat lebih cenderung fleksibel. Dia tidak akan memaksa istrinya yang tidak bisa memasak untuk menyediakan masakan di rumah, mungkin akan lebih baik melakukan kegiatan lain yang lebih bermanfaat. Lain halnya dengan laki-laki Tradisional (baca : kaku) dia lebih mengutamakan simbol. Meski masakan istri tidak begitu enak lebih suka dengan masakan istri daripada masakan orang lain yang lebih enak. Baginya hal itu sangat penting.

Orang Moderat memberikan ruang yang lebih luas kepada istrinya, termasuk dalam jika istrinya bekerja di luar rumah dengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya. Sedangkan orang yang tradisional lebih memegang paham bahwa istri sebagai ibu rumah tangga sedangkan suami sebagai kepala rumah tangga dan pemegang semua keputusan.

11. Si Dia Demokratis atau Diktator?

Mudah menentukan dia demokratis atau diktator, coba kita ingat kembali selama ini siapakah yang mengatur segala sesuatunya? misalnya seperti siapa yang selalu menentukan dimana harus bertemu? makan dengan menu apa? apakah dia mempersilahkan kita memilih atau dia yang harus memilihkan untuk kita? apakah dia mengatur harus seperti ini harus seperti itu?

Jika dia seperti itu.. bersiaplah seumur hidup untuk diatur olehnya, atau mulai dari sekarang memikirkan cara agar dia mau untuk lebih demokratis.πŸ˜‰

12. Si Dia Mandiri atau Mudah Dikendalikan?

Ada kalanya laki-laki yang cerdas dalam membuat suatu keputusan jika menghadapi keluarga tiba-tiba seperti tidak bisa mengabil keputusan sendiri atau bahkan kehilangan pendapatnya. Tidak masalah jika pihak keluarga memberikan keputusan-keputusan yang baik, namun ada kalanya pihak keluarga justru kurang bijak dalam memberikan keputusan.

Kenali dia dengan lebih baik dengan menanyakan apakah alasannya sehingga mengambil jurusan yang dia pilih? Mengapa memilih masuk universitas itu? Jika dia bekerja, tanyakan apakah dia menyukai pekerjaan itu atau hanya untuk menyenangkan orangtuanya?

Banyak hal yang perlu dinilai, bukan hanya 12 point ini saja, namun setidaknya ini yang perlu diperhatikan.

Setiap orang mempunyai kesempatan untuk berubah, meski saat ini dia tidak seperti yang kita harapakan namun mungkin suatu saat dia bisa berubah seperti yang kita harapkan. Tidak menutup kemungkinan tuk seseorang berubah dan memiliki kesempatan kedua untuk merubah hidupnya. Semoga kita mendapatkan suami idaman seperti yang kita harapkan.. dan bisa berkata “He Is The Right One”

source : Nadia, Asma, 2009, Muhasabah Cinta Seorang Istri, Lingkar Pena, Jakarta.
Is He The Right One? – part 2

4 thoughts on “Is He The Right One? – part 2

  1. hm, manthuk-mantuhk, hehehehe
    semoga kita selalu menuju pribadi yang lebih baik dan pada akhirnya dipertemukan dan berjodoh oleh orang baik dan selalu berkembang ke arah kebaikan, aamiin.
    makasih mbak sdh shareπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s