Cerita dari Petrouchka

Pernah nonton dorama (drama-nya Jepang) yang judulnya Nodame Cantabile? Ini tentang musik klasik, perjuangan pencapian cita-cita sih.. ada kisah cintanya (sepertinya semua film juga begitu), komedi juga ada, bagus banget deh! Ini diangkat dari sebuah komik yang berjudul sama  Nodame Cantabile. Dari film2 yang aku lihat, ini yang mendekati kayak baca komiknya, efek-efeknya itu ada, terus juga kebodohan-kebodohan dalam komik juga ada, ekspresi juga lumayan mirip, dibandingankan dengan Princess Hour yang diangkat dari komik korea berjudul GOONG (lucuan baca komiknya), Nodame Cantabile yang unggul.
Namanya aja cerita tentang musik klasik, tentu banyak musik klasik yang dimainkan disini. Bagus semua dan saya pun suka semua, tapi ada yang paling saya suka yaitu yang Mozart- Oboe Concerto- 1st movement, Beethoven- Violin Sonata no. 5 Opus 24 ‘Spring’- 1st movement, dan yang menarik itu Stravinsky- Trois mouvement de Petrouchka – 1 – Dense russe [yang for piano]. Saat mendengar awalnya sangat unik, apalagi karena dimainkan oleh piano saja tapi bisa ‘rame’ dan awalnya ceria. Namun jika dilihat dari cerita sebenarnya, sangat menyedihkan.
Dalam film ini juga dijelaskan mengenai Petrouchka secara singkat. Saat itu Harisen(Guru-nya Nodame yang galak :P) menjelaskan kepada Nodame “For a diffrent manipulator, into the puppets. But this puppets will become real human in the end. It’s a sad story”
Klo tanggapan Nodame “It’s like a fun toy kingdom. It’s like a music for carnival.”
Iya klo menurut saya sih emang musik yang ceria tanpa melihat apa sebenarnya cerita di dalam musik tersebut yang sebenarnya menyedihkan. Karena penasaran saya cari di google dan ketemu di Wikipedia.
Kenyataan yang di dapat :
Petrouchka, yang juga dikenal dengan petrushka, ini bercerita tentang sebuah boneka yang terbuat dari jerami dan tubuhnya dari sekantong serbuk gergaji yang menjadi hidup dan menemukan emosi. Cerita ini seperti Pinokio karena boneka yang bisa hidup tapi lebih umum seperti Frankestein. Cerita ini terdiri dari beberapa bagian.
Bagian pertama, yaitu ketika Charlatan mempernalkan tokoh bonekanya yang ada dalam teater antara lain Petrushka, Balerina, dan Moor. Dengan mantra boneka2 tersebut hidup dan menari selama karnaval berlangsung.
Bagian Kedua, kemudian Petrushka dimasukkan dalam sebuah sel yang tidak nyaman lah, disini terlihat bahwa kehidupan Petrushka sangat muram. Meski dia sebuah boneka, namun dia memiliki persaan seperti halnya manusia. Dia kemudian jatuh cinta dengan Balerina itu. Dia mencoba untuk kabur dari sel tersebut namun gagal. Saat Balerina masuk ke ruangan, Petrushka menyatakan cintanya, namun ditolak oleh Balerina dan bergegas meninggalkan Pertushka. Petrushka sangat tidak berdaya.
Bagian ketiga, disini kondisi Moor sangat berbeda dengan Petrushka, ruangannya sangat nyaman pada intinya. Kemudian oleh Charlatan, Balerina dipindahkan ke ruangan Moor. Disini mereka berdua berdansa. Akhirnya Petrushka dapat bebas dari sel-nya. Petrushkan kemudian menyerang Moor, namun akhirnya dia menyadari bahwa dirinya terlalu lemah untuk melawan Moor. Petrushka melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya, namun Moor terus mengejar Petrushka.
Bagian keempat yang merupakan bagian terakhir, Petrushka tertangkap oleh Moor dan akhirnya terbunuh. Charlatan diintrogasi oleh polisi. Petrushka menjadi hantu dan menangis diatas atap sebuah teater kecil. Selesai!
Singkatnya seperti itulah, klo mau lengkap baca sendiri aja di Wikipedia, tapi adanya bahasa Inggris deh kayaknya..Hehee lupa nyari yang bahasa indonesia.
Cerita diatas merupakan bagian lengkap dari cerita Petrushka. Pada tahun 1921 Stravinsky membuat arensemen piano untuk Arthur Rubinstein dengan judul Trois mouvement de Petrushka(musik yang saya sebutkan di awal tadi). Tahun 1947 diubah dengan memotong beberapa adegan dalam cerita, yaitu pada bagian saat pertarungan antara Moor dan Petrushka, kematian Petrushka, dan saat Petrushka menjadi hantu.
Sangat menyedihkan kan ceritanya, namun lagunya jika didengar sepertinya sangat menyenangkan walau ada bagian yang seperti ada konflik yang meresahkan.
Oh ya, klo di Nodame Cantabile, Nodame-nya tidak berhasil memainkan dengan benar karena sakit dan ada musik pengganggu yang membuat ingatannya malah jadi musik itu bukan Petrouchka.

source :
http://en.wikipedia.org/wiki/Petrushka_%28ballet%29
Cerita dari Petrouchka

2 thoughts on “Cerita dari Petrouchka

    1. terima kasih fitri
      iya, saya juga suka.. tapi belum pernah dengar yang pathetique.. kapan2 saya akan cari…🙂 terima kasih ya… ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s