Suka Gak Suka

“Sukarelawan” atau suka gak suka harus suka??? Yah namanya juga Bantu orang tua jadi ya HARUS suka…

Banyak hal yang bisa dibilang menarik untuk diceritakan saat2 menjaga toko. Oh ya, sebelum lebih jauh lagi, sebelumnya aku ceritakan dulu ini toko apa dan bagaimana (sekalian promosi, hehheehehehe). Toko khusus menjual jilbab dan kawan2nya jilbab (kayak bros, bandananya…dll) harganya pas no tawar menawar (ribet soalnya klo pke tawar menawar) jadi tinggal pilih mau yang mana silakan dicoba dan silakan bayar – klo jadi beli, hehehe…. Nama toko ini Zaky (diambil dari nama adekku, cukup simple cari nama tokonya gak perlu susah,hhohohoo) ehm… ada 2 toko (ngontrak) nah, toko yang kedua ini baru buka sooo….. belum ada penjaga tokonya, alhasil diriku ini yang menjadi “sukarelawan” , yah… feeling dari sejak balik ke Tuban ternyata memang benar. Toko yang baru ini letaknya di jalan Pemuda (jalan Orang Tua ada g ya????hee….) yang katanya merupakan “pasar”nya orang Tuban, tapi emang itu adanya, habis tu jalan isinya kebanyakkan toko macem2 tapi sih dominan baju and sepatu. Banyak orang yang datang ke toko hanya tuk lihat2 terus pergi, survey barang kali ya…😀

Oke kembali ke cerita

Kegiatan jaga toko kayak gini sih dah gak asing lagi buatku, hampir tiap aku pulang selalu jaga toko, tapii…. Ada yang mbantuin tentunya (ya yang berkewajiban njaga –mbak2nya..). Khusus kali ini penjaga toko yang baru aku sendiri, sendirian bo’! dah toko yang paling rame, jaga sendiri lagi… nasib…..

Menjadi penajaga toko ternyata gak mudah tapi juga gak susah… nah lho…. ???? Coz ada beberapa “kemampuan” yang harus dikuasai…

* Pertama, wajib ngerti segala model jilbab yang ada, gak hanya itu, harus tau juga model yang terbaru itu apa, duluan mana ini sama yang itu… heheheheee…. Coz ini salah satu pertanyaan dari konsumen jika bertandang ke toko, “Jilabab yang terbaru mana mbak?” “AAC (salah satu model jilbab) sama Munajah Cinta/Humairah (juga salah satu model jilbab) duluan mana mbak?” “mbak ada model jilbab Gelombang Cinta (sekarang malah ada model yang namanya Jemani lho…. hahahahha)?”. Ini baru beberapa nama2 model jilbab , ada juga yang namanya “Teh Ninih”(ini dibagi lagi jadi beberapa macam jenis, kok jadi kayak biologi ya???) “ Marsanda” (ini juga senasib dengan Teh Ninih), “Saskya” (tapi lebih sering disebut ikat belakang) “Jablay”, “Berby”, “Paris”, dll ku jadi lupa apa aja…

* Kedua, mesti bin wajib sabar dan selalu senyum meski konsumen kadang berkomentar yang tak mengenakkan hati. Ada-ada saja ulah konsumen yang minta ini itu, “mbak, tolong dong ambilin jilbab yang dipasang di boneka itu” manjat2 deh akhirnya… pas diambilin eh… g jadi beli… ck…ck… ada juga yang minta ambilin boneka yang jelas banget klo tu paling atas tempatnya and aku g bisa ambil masih aja ngeyel minta ambilin, waah… yo tak tinggal wae, “emang situ mau nanggung klo aku jatuh po?!” kataku dalam hati, tapi ku cuma bilang maaf njuk ngacir pergi… hehe…

Harus sabar juga klo ada konsumen yang masyaAllah ribetnya minta ampun, pilih ini itu, nyoba ini itu, minta saran ini itu, lamaa… banget milihnya padahal ya beli satu jilbab, tapi karena calon suaminya (kayak e) baik aku gak perlu manjat2 klo mbaknya minta diambilin jilabab yang dipake boneka and masnya juga mebliin buat ibunya…(langsung tanya “ ini pantes g mbak klo dikasiin ke Ibu2?”) hehe…

Harus sabar klo konsumen ngomentari macem2… “halah ini tu bukan barang yang bagus, pantes harganya murah” (“ya iyalah… klo bagus mah mahal harganya atuh!” kata2 ini hanya bisa ku katakana dalam hati… sabar….) “kayak gini aja harganya segini, masih murah klo yang tak jual” (“lha… gimana toh?! mau bilang mahal juga tetep aja beli disini, aneh… g membuktikan kata2nya klo barangnya mahal” tapi aku tetep diem… senyum… meski senyum sedikit menertawakan kata2nya, hehe… peace..^_^V)

Mesti sabar klo dah ketemu konsumen yang “rewel”, minta dicariin warna yang mirip buanget bahkan harus sama kayak bajunya klo gak sama gak mau, gimana coba, bahan baju ma jilbab aja beda, pastinya susah lah klo nyari warna yang sama persis… yang paling enak klo ktemu kkonsumen yang minta warna yang “masuk” dengan warna bajunya, jadi gak perlu sama yang penting pantes. Ada juga yang minta saran tapi percuma aja ngasi saran karena sebenarnya dia gak mau dikasi saran (terus ngapain dia minta saran???? Entahlah…. Aku juga bingung….)

* Ketiga, WASPADALAH…. WASPADALAH…. Haha.. kayak bang Napi di RCTI. Yupz harus waspada, karena bisa jadi salah satu dari konsumen itu hanya pura2 jadi konsumen yang ternyata punya niat jahat….hohohoooo….. ini pengalaman yang pahit….

Suka Gak Suka

4 thoughts on “Suka Gak Suka

  1. SEMANGKAAAAAAA!!!😀
    Berarti kalau gajian, makan-makan kiii😛

    Wah ternyata begitu ya, ada ‘spesies2’ jilbab…
    Hihihihihihihi

    Mudah-mudahan kelak dia tidak merepotkan saya…
    Cukup sederhana, namun anggun….
    Huehuehuehue

  2. @ YoHang 07
    namanya sukarelawan, ya g punya gaji…. T-T (gajinya dah buat biaya hidup di Yk ma kuliah… huhuhuu)

    hu’uh, jilbab g mau kalah ma tanaman and hewan

    wuuuiisss…… amiin…..3x
    ki sek dimaksud calon bukan sih?? ku jadi bingung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s