Tekad

“Pada kesempatan lain, karena masih kecil tentu saja, kami sering mengeluh mengapa sekolah kami tak seperti sekolah-sekolah lain. Terutama atap sekolah yang bocor dan sangat menyusahkan saat hujan. Beliau tak menanggapi keluhan itu, tapi mengeluarkan sebuah buku berbahasa Belanda dan memerlihatkan sebuah gambar. Gambar itu adalah sebuah ruangan yang sempit, dikelilingi tembok tebal yang suram, tinggi, dan berjeruji. Kesan didalamnya begitu pengap, angker,penuh kekerasan dan kesedihan.

“Inilah sel Pak Karno di sebuah penjara di Bandung, di sini beliau menjalani hukuman dan setiap hari belajar, setiap waktu membaca buku. Beliau adalah salah satu orang cerdas yang pernah dimiliki bangsa ini.”

Beliau tidak melanjutkan ceritanya.

Kami tersihir dalam senyap. Mulai saat itu kami tak pernah lagi memprotes keadaan sekolah kami. Pernah suatu ketika hujan turun amat lebat, petir sambar menyambar. Trapani dan Mahar memakai terindak, topi kerucut dari daunalis khas tentara Vietkong, untuk melindungi jambul mereka. Kucai, Borek, dan Sahar memakai jas hujan kuning bargambar gerigi metal besar di punggungnya dengan tulisan “UPT Bel” (Unit Penambang Timah Belitong) – jas hujan jatah PN Timah milik bapaknya. Kami sisanya hampir basah kuyup. Tapi sehari pun kami tak pernah bolos, dan kami tak pernah mengeluh, tidak, sedikit pun kami tak mengeluh.”

Sedikit kuptipan dari novel Laskar Pelangi. Sungguh sangat banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sedikit cerita diatas. Bagaimana kita selalu melihat kebawah agar kita dapat bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Dan jangan selalu mengeluh akan keadaan yang kita alami, karena mengeluh takkan menyelesaikan suatu masalah.

Namun, hal yang mengagumkan, ketekad-an mereka dalam menimba ilmu, meraih cita, dan angan yang mereka impikan dengan terus belajar dalam keadaan apapun dan mereka tak pernah membolos satu hari pun. Sungguh, saya jadi malu ketika membaca novel ini,, ya, malu karena saya yang alhamdulillah mendapatkan fasilitas yang cukup memadai (genteng g bocor, klo hujan g basah kuyup, dll) pernah membolos (ups..!). Malu karena saya memiliki fasilitas yang memadai namun tidak memiliki semangat berjuang mendapat ilmu seperti halnya mereka. Kesungguhan mereka, tekad mereka untuk mendapat ilmu, untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik.

Spertinya mereka dapat lebih bisa menghargai apa itu arti dari sebuah ilmu, entah sedikit atau banyak, seperti orang yang kehausan mereka meneguk ilmu sebanyak-banyaknya agar rasa dahaga dalam diri mereka terobati. Namun, seorang pembelajar yang sebenarnya, takkan pernah hilang rasa hausnya dalam mendapatkan ilmu. Yah, itu yang harus kita contoh dari mereka. Semangat dalam mencari ilmu, semangat dalam memperoleh hidup yang lebih baik, menciptakan Indonesia yang lebih makmur dari sekarang,, lebih dan lebih.. (kearah positif lho..).

Tekad

6 thoughts on “Tekad

  1. ana kok says:

    ho’oih tak kiro kui,,,,

    kami adalah mata pena yang tajam,,,,

    tambah ra nyambung yo , hiks,,,,

  2. Kami adalah panah-panah terbujur

    Malah melu nyanyi😉

    Niat
    Paham
    Iklhas

    Azzam, jihad (kesunggguhan), tsabat, dan tetap bersabar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s