If Tomorrow Never Come

If tomorrow never come…

Salah satu judul dari lagunya Ronan Keating yang akrab di telinga kita (bagi yang sering mendengarkan hehe).

If tomorrow never come….

Bulan April ini sudah ada lebih dari satu berita duka yang menghampiri HP ku, mengingatkan kepadaku betapa dekatanya kita dengan suatu hal yang kita sebut dengan kematian. Entah kapan dan dimana hal itu akan terjadi pada diri kita,, kita tak kan tau sama sekali,, hanya Allah yang mengetahui kapan dan dimana hal tersebut akan terjadi pada diri kita.

if tomorrow never come…

apakah yang kan terjadi ketika aku selesai menulis ini pun aku tak akan mengetahui sebelumnya. Apa yang akan terjadi 1 jam setelah ini aku pun tak kan mengetahuinya,, siapa yang tau apa yang kan terjadi pada diri kita,, kita takkan tau sebelum kita mengalaminya.

if tomorrow never come…

 Apa saja yang telah kita lakukan hari ini?? Apakah kita sudah berbuat baik kepada setiap orang? atau apakah kita telah menyakiti hati orang lain?? apakah kita telah berbuat amal?? atau kita hanya menghabiskan waktu hanya untuk bersenang2??

jika esok tak akan datang lagi untuk kita… apa yang kan kita lakukan hari ini?

suatu ketika aku pernah membaca sebuah cerita tentang judul lagu ini,, sayang setelah cari di google g ketemu,, jadi hanya mengandalkan ingatan yang pas2an. Ceritanya,, ada seorang anak,, waktu kecil dia pernah menyakiti seorang temannya di TK, ketika dia hendak meminta maaf dia berfikir “besok sajalah,, kan masih ketemu”. Namun apa yang terjadi… dia tidak melakukannya. suatu ketika dia juga berbuat suatu kesalahan kepada temannya, dan hal yang tapi dia pun tak kunjung meminta maaf,, hal ini selalu dilakukannya dalam setiap hal. Setelah dewasa dia menikah,, namun dia tak pernah mengucapakan rasa sayangnya terhadap istrinya,, istrinya begitu memahaminya sehingga dia tidak mengeluh,, sampai suatu ketika sang istri meninggal dunia dia tak mengucapkannya, rasa bersalah pun menghantuinya, uang yang dikumpulkan untuk bulan madu mereka yang ke2 akhirnya hanya untuk membiaayai hidupnya di panti jompo, dia kini sendiri dan hanya perawat panti yang mengurusnya, barulah dia sadar akan semua kesalahnnya dan sebelum kematiannya dia berterima kasih kepada perawat yang telah merawatnya tersebut. Waktu takkan kembali… hanya terus saja berjalan…

jika esok ada buat kita,, namun bagaimana jika esok tak ada lagi untuk kita?

Apakah amalan kita sudah cukup untuk itu? Apakah kita akan merasa bangga dengan “prestasi” kita bila diperlihatkan laporan malaikat Roqib dan Atid kepada Allah SWT?

Lakukan yang terbaik untuk hari ini, lakukan dengan sebaik mungkin semaksimal mungkin,, seakan esok tak akan ada untuk kita…  

If Tomorrow Never Come

2 thoughts on “If Tomorrow Never Come

  1. myazura says:

    walah..walah…. kok jadi nomaden toh…
    semangat deh!!!!
    makin keren nih pasti blognya… cieh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s