Kasih Nggak Ya??

Tak ada yang berbeda pada hari itu, semua berjalan seperti biasa dan tak ada suatu yang berubah, tetap banyak anak-anak kecil yang meminta-minta di sekitar perempatan jalan. Pemandang itu merupakan hal yang biasa di daerah perkotaan, dan tentunya hal yang biasa bagi yang melihatnya (yah,, wajar-wajar saja), termasuk saya. Namun entah mengapa pada hari itu, ketika seorang anak meminta (dengan sedikit memaksa juga) uang seraya berkata“ Mbak.. buat makan mbak…” Yah kata-kata itu membuat pikiranku langsung melayang….

Susah sekali mereka mencari makan… tentu saja rasa syukur atas Allah SWT yang telah memberikan rizki yang cukup kepada orangtuaku untuk membiayaiku sekolah, dan untuk keperluan keseharian.

Yah,, desakan ekonomi yang mungkin membuat mereka terpaksa seperti itu.

Hum.. jadi teringat sebuah pasal yang mengenai ini,, pernah dengar pasal yang ”orang miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara” ? He… kata dipelihara ntu bisa berarti ”diperbanyak” namanya juga memelihara sesuatu kan membuatnya tambah subur… tambah banyak… seharusnya ”dituntaskan” atau ”diberantas” sehingga tak ada lagi yang miskin dan anak-anak terlantar.. tapi.. brantasnya ntu maksudnya di beri tempat yang layak,, di kasi kerjaan atau modal usaha,,

Kasihan,, tentu saja billa dilihat dari segi ini kasihan. Tapi akan sangat mengesalkan bila teringat hal yang ada di televisi. Aku pernah lihat tuh di tv, ada orangtua yang dengan tega nyuruh anaknya sendiri minta-minta, sedangkan dia hanya mengawasi… ck… ck… Padahal tak seharusnya usia seperti mereka (se-umuran anak SD ) bekerja,, mestinya kan kewajiban orangtua mereka. Ada lagi seorang yang membawahi atau punya anak buah se-umuran SD gt buat disuruh nyari buat buat dia… paling kasihan, mpe bayi pun juga jadi korban orang-orang yang seperti ini.. mereka menyewa bayi untuk diajak minta-minta di jalan… Alasan mereka menggunakan anak-anak aadalah sama, yaitu orang akan lebih merasa kasihan sama anak-anak sehingga banyak yang ngasi uang,, uang yang dikasi pun kadang lebih banyak.

Pernah ku baca dari sebuah buku tentang cerita seorang yang meminta serta hanya mengeluh saja tanpa melakukan suatu hal yang berarti. Sebelumnya maaf jika ceritanya ada yang salah,, soalnya dah lama… he… Suatu hari ada seorang sahabat yang sedang berjalan dan menjumpai orang yang mengeluh karena kemiskinannya,, dia orang itu berharap kepada Allah agar didatangkan seseorang untuk membantunya,, kemudian sahabat tadi mendengar dan kemudian tanpa sepengetahuan si peminta, dia melemparkan sekantong penuh uang ke rumah si peminta. Si peminta senang sekali mendapatkan uang tersebut,, ketika uang tersebut habis,, dia melakukan hal yang sama, yaitu berharap agar orang yang memberinya kemarin memberinya lagi. Singkat cerita sampai dua kali pemberi tadi melemparkan uang kepada si peminta,, kemudian untuk yang ketiga kalinya sang pemberi pun melemparkan sekantong penuh uang dan memberinya secarik surat. Garis besar surat itu adalah,, mengingatkan kepada si peminta agar tidak terus mengeluh tanpa melakukan sesuatu yang berarti(bekerja),, dia berpesan agar si peminta tersebut menggunakan uang itu untuk modal usaha, agar tak lagi meminta-minta.

Begitu pula dengan peminta-minta disekitar kita,, mereka tentunya akan merasa ”keenakkan” karena kita terus memberinya uang,, hal ini bisa menjadi sebuah kebiasan yang buruk. Bila kita ngasi uang ke anak-anak itu,, mungkin saja orang yang menytuh mereka akan lebih senang dan g ada kapok-kapoknya mengeksploitasi anak seumuran mereka. Namun, bagaimana nasib mereka bila kita tak memberikan sejumlah uang kepada mereka.. mereka bisa makan g ya?? Di sinilah dilema terjadi, klo ngasi mereka g akan kapok, klo g ngasi… duh.. kasian,, mereka mau makan apa?

Bila dibandingkan dengan anak penjual koran,, saya lebih merasa terharu pada mereka daripada anak yg minta-minta,, karena usaha mereka lebih keras, mereka tak hanya menodongkan tangan, namun mereka menawarkan koran kepada kita,, itu menunujukkan mereka bukanlah orang yang malas, dan punya usaha keras.

Terus, apa yang mesti kita lakukan kepada anak-anak yang minta-minta itu? Yah, itu menjadi PR kita,, saya pernah melihat di televisi ada tempat penampungan anak, namun yang saya heran, kenapa anak-anak tersebut ada yang gak mau disana? Padahal klo disana setau saya, mereka akan diajarkan ketrampilan sehingga mereka dapat membuat suatu usaha yang dapat menyambung hidup mereka.

Kasih Nggak Ya??

7 thoughts on “Kasih Nggak Ya??

  1. WINDOW says:

    Mestinya anak sekecil itu g seharusnya ngalami kerasnya kehidupan jalanan…..
    Mestinya mereka masih tertawa riang menikmati dunia kanak2nya……

  2. noerma123 says:

    suatu hari saya pernah ngeliat 2 orang tua, kayaknya suami istri…..

    mereka ga minta2…tapi nyari sampah….

    subhanallah…..mereka masih punya semangat bekerja,,,harusnya orang2 seperti itulah yang lebih pantas mendapat bantuan….. meskipun meeka tidak memintanya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s