Let’s Talk About Love

Masuk bulan Februari nih banyak orang yang membicarakan cinta… ya klo bahasa lainnya ya lophe-lophe… eh love dink!

Emang apa sih sebenernya cinta ntuh? Makanan apaan? Atau semacam permainan daerah? Halah,, ngaco banget nih,, setiap orang pasti bisa tau apa itu cinta,, tapi apa iya semua punya pendapat yang sama tentang arti cinta yang sebenarnya (cie…)

Ini beberapa pendapat temen2 yang sempat ku beri pertanyaan,

apa sih cinta itu?

Opi [mahasiswa UII]

“ Cinta,, tak bisa di deskripsikan. Tapi aku yakin cinta itu ada. ”

Duta [mahasiswa UGM]

“ Cinta itu rasa. Rasa yang bikin kita ngerasa milikin itu orang… Yang bikin kita pingin ngejagain itu orang… Yang bikin kita g pingin orang itu terluka…”

Uva [mahasiswa ITS ]

“ Cinta terlalu sulit untuk dijelaskan.”

Windo [mahasiswa UPN]

“ Cinta itu kayak angin. G kelihatan tapi bisa dirasakan.”

Stonia [mahasiswa UMY]

“Cinta itu berasa kayak minum kopi… Ada pait, manis, terus ada creamy-nya juga lho!^^ Tergantung gimana cara kamu ngeciptain rasanya… kenapa? Cinta itu manis banget, lebih manis daripada gula di dunia, sayangnya g selalu bikin hal2 yang manis… Cinta itu buat marah, cemburu buta, ujungnya sakit hati, pahit kan rasanya? Tapi itu nunjukin seberapa besar cintamu, cinta itu buat deg2an, gelisah, melankolis, kangen… hmmm craemy yummy…! Tapi enjoy buat dialami, so make ur taste!”

Tiara [mahasiswa UII]

“Cinta itu rasa sayang seseorang, rasa rindu, kangen, perasaan ingin selali bersama, kepedulian, tak ingin jauh, ingin melindungi, memberi yang terbaik, dan selalu berupaya juga yang terbaik, cintaku ada buanyak cinta, cinta ma Allah n perangkatnya, cinta ma ortu, keluarga, temen, someone, indonesia, musik, dunia akherat, cinta ma diriku sendiri. Cinta lingkungan, etcQ yang lain. Cinta itu luas, unik, gak terduga, kadang gak bisa diungkapkan dengan kata2, bisa buat mood kita berubah-ubah, bisa jadiin semangat atau malah kesedihan yang amat sangat.”

Begitulah penadapat sebagian orang mengenai cinta. Untung saja tidak ada yang bilang seperti Ti Pat Kai (yang di kera sakti itu lho…) “Beginilah cinta, deritanya tiada akhir..”, karena emang cinta itu sebenarnya indah, bikin indah, dan bikin hidup lebih hidup.

Seperti kata2 yang ku baca di buku Half Full-Half Empty “ Bukan titik yang menyebabkan tinta, tapi tinta yang menyebabkan titik. Bukan cantik yang menyebabkan cinta, tapi cinta yang menyebabkan cantik” semua akan terlihat indah karena cinta.. (ceilaaahh….)

Kata yang hanya terdiri dari lima huruf aja (klo bahasa Inggris malah cuma empat) gak akan pernah habis kita bicarakan, hidupkita tak bisa sedikitpun terlepas dari yang namanya cinta itu (bukan nama orang lho tapi …🙂 ) bahkan kita hidup itu dengan cinta, karena dengan cinta ini kita bisa menikmati indah dunia ini, pernah terbayang hidup tanpa adanya cinta? Garing banget.

Mungkin kita masih terpaku bahwa cinta itu ditujukan untuk lawan jenis. Tapi sebenarnya cinta itu bisa ditujukan oleh siapa saja, entah itu benda hidup maupun benda mati. Cinta sama motor, tanah air, kucing, ikan mas, taneman, dll. Jadi cinta tidak hanya untuk lawan jenis saja.

Pernah dengar lagu yang liriknya

When you love someone – youll do anything
Youll do all the crazy things that you cant explain
Youll shoot the moon – put out the sun
When you love someone

Duile… dasyatnya. Begitulah efek bila kita jatuh cinta. Karena cinta kita mampu melakukan apa saja, yang dulu kita anggap gak mungkin kita lakukan, namun karena saking cintanya, sesuatu yang gak mungkin tadi berubah menjadi mungkin, ini dikarenakan oleh kekuatan cinta tadi. “apa sih yang gak buat kamu” cie…. Gitulah klo udah cinta.

Pernah atau mungkin sering dengar tentang perjuangan rakyat Palestina? Apa pun motif mereka, pada dasarnya itu karena cinta. Ada yang berjuang karena cinta tanah air. Mereka tidak rela tanah tumpah darah mereka dijajah oleh Israel. Tidak sedikit juga yang berjuang karena cintanya kepada Islam, rasa cinta yang bersemayam di dalam dada setiap muslim Palestina kepada Islam memberikan pengaruh yang luar biasa dengan perwujudan membela, memperjuangkan, dan rela berkorban demi eksisitensi Islam dan kaum Muslim. Jika bukan karena besarnya rasa cinta kepada Islam, tidaklah mungkin mereka dengan sepenuh hati berjuang dan berkorban.

Masih banyak contoh yang lebih sederhana di luar sana. Bagaimana orang tua yang mencari pinjaman kesana-kemari untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Bagaimana cintanya kita kepada motor kita hingga ada yang menyentuhnya saja kita marah-marah takut lecet.

Setiap orang pastilah pernah mengalami/ merasakan jatuh cinta. Klo kata tante Titik Puspa nie,

“jatuh cinta, berjuta rasanya”.

  • Klo dengar nama orangnya aja kita udah, deg..deg..deg.., jantung berdegub gak karuan, apalagi klo mpe ketemu, wuih.. bisa2 langsung dibawa ke UGD (kena serangan jantung).
  • Klo orangnya manggil kita, langsung deh dengan kecepatan kilat yang kita miliki, kita langsung menuju sumber suara dengan hati yang berbunga-bunga. Cie… g sabar banget.
  • Surat-surat cinta (klo sekarang dah gak njaman ya,, ganti sms or e-mail) yang dia kirim kita baca berulang-ulang, gak pernah bosen deh! Mpe katam ratusan kali mungkin.
  • Dia nyuruh apa kita lakukan. Dia gak ngebolehin kita ngapain gt, kita juga manut.

Gitu juga klo kita cinta ma Allah, yang menciptakan kita.

  • Mendengar namanya hati kita bergetar…
  • Klo Dia memanggil kita langsung segera datang kepada-Nya. Langsung menghadap-Nya dengan semangat serta hati yang berbunga-bunga.
  • Kita gak pernah bosen baca surat-surat cinta-Nya ( Al-Qur’an). Terus deh kita baca berulang-ulang mpe katam berkali (kliatannya lebih dikit nih dari pada katam baca surat-surat dari doi).
  • Kita melakukan apa yang Allah katakan kepada kita, dan kita jauh-jauh deh ma segala larangan yang telah disebutkan-Nya.

Luasnya cinta meliputi segala keindahan di dunia. Kekuatan cinta mampu merubah dunia (jadi lebih baik tentunya ya…). Apalagi jika kita benar meletakkan cinta kita. Cinta di atas cinta adalah cinta kita kepada Allah SWT.

Dan adapun bila kita mencintai atau membenci sesuatu hanyalah karena Allah.

“Paling kuat tali hubungan keimanan ialah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” [HR. Athabrani]

Let’s Talk About Love

8 thoughts on “Let’s Talk About Love

  1. wahyukresna says:

    kalo menurutku Mas Yohang mesti pendapatnya hampir sama dengan pendapatku….

    Cinta itu bagaikan molen., manis rasanya… ^0^

  2. kalo menurutku Mas Yohang mesti pendapatnya hampir sama dengan pendapatku….

    Weeeee, sak penake gowo-gowo jenengku. Rung mesthi!!! Limpung! pancen.😀

  3. wahyukresna says:

    wah Mas ini mesti sudah pernah makan Pohung ya??? ;P

    cinta itu tak mudah dikatakan tapi dalam dirasakan.,

  4. owh,,jadi ygkalimat itu diambil dari buku itu tho,,,wah,,thx berat ya…

    cinta itu
    yang bikin kita hidup
    juga bikin kita mati

    selamat menggapai cintamu kawan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s