Status Pacar

Teringat sebuah pertanyaan dari teman saya waktu SMA dulu..

Pacaran itu sebenarnya apa sih? Bukankah hampir sama dengan dua orang lawan jenis yang berhubungan dekat seperti halnya orang pacaran, tapi bedanya mereka tidak punya status? Jadi pacaran itu cuma sekedar status kan?

Tapi benarkah pacaran itu hanya sekedar status? Apa tidak ada dampak lain dari sebuah status ini? Jika dipikirkan lebih dalam, status itu punya beberapa akibat yang mempunyai kemungkinan besar dalam merusak hati kita. Menurut saya, status PACAR bisa diibaratkan seperti hak akses (menggunakan istilah di informatika) atau suatu hak untuk mengatur hal-hal tertentu dari si pacarnya itu. Jika saat berteman dulu tidak ada hak untuk mengatur tidak boleh jalan ma si A, si B atau tidak ada kewajiban untuk menjawab sagala pertanyaan, saat pacaran itu semua secara otomatis dilakukan. Sering kita mendengar kalimat

Kamu kan pacarku! Kamu harusnya blablablabla! Kamu nggak boleh blablablabla!

Ada suatu rasa memiliki yang lebih jika dibandingkan dengan yang tidak ada status. Rasa memiliki yang lebih ini membuat orang menjadi menuntut yang lebih dari sekedar teman tentunya, seperti halnya ciuman. Diakui atau tidak, jika orang punya sebuah hak, pasti dia akan penasaran untuk menuntut hak tersebut. Memang tidak semua orang yang berpacaran melakukan ciuman, tapi apakah anda yakin terbebas dari godaan itu? Tentu dengan usaha keras orang-orang yang pacaran itu menghindarinya, entah alasan untuk menjaga kesucian, tidak mau menyakiti, atau hal lain yang menjadi benteng pertahanan dari godaan syetan itu. Namun menurut saya, ngapain sih susah-susah mengarungi sungai yang deras jika belum punya perahu? Ngapain berupaya dengan susah payah untuk pacaran dengan alasan mencari jodoh tapi akhirnya banyak kemaksiatan yang bisa terjadi? Bukankah banyak diluar sana yang menemukan jodoh tanpa harus melalui pacaran? Bukankah banyak orang yang berpacaran bertahun-tahun tapi akhirnya menikah dengan orang lain?

Bahkan sebenarnya status pacaran itu pun sendiri tercipta dari khayalan-khayalan kita sendiri, tercipta dari nafsu untuk menuntut hak karena label “pacar”. Apakah seorang pacar memberikan kita nafkah setiap hari? Apakah ada ikatan resmi dan bisa dipertanggung jawabkan seperti halnya pernikahan?

Jika beralasan pacar bisa buat tempat curhat, keluh kesah, tempat mengadu. Keluarga, sahabat kemanakah mereka sehingga terlupakan karena sibuk berpacaran? Jika putus dari pacar bukankah kita kembali kepada mereka?

Dan perlu diingat,, tidak ada istilah PACARAN dalam islam

Perlu diketahui, bukan berarti saya menyetujui dengan tidak berstatus namun kelakuan sama seperti orang pacaran, atau lebih dikenal dengan istilah TTM (Temen Tapi Mesra), saya pun tidak menyetujui TTM ini, bahkan jebakan syetan lebih banyak berhasil dalam hal ini, berhatilah-hatilah kawanku yang menjaga hati.

Hasil yang baik itu melalui proses yang baik pula, hasil yang berkah itu melalui proses yang diridhoi oleh-Nya.

3 Comments

  1. man kana amruhu ma’rufan fal yakun bi ma’rufin
    Siapa pun yang menginginkan kebaikan, maka hendaknya (cara yang ditempuh) juga dengan yang baik.

    “Katakanlah, Muhammad, tidaklah sama antara kebaikan dgn keburukan, meski banyaknya keburukan itu menarik hatimu. Maka bertawakallah kepada Allah, wahai org2 yang mempunyai akal sehat, agar kamu beruntung” – Al Maidah : 5 ^^


    1. betul..betul..betul…
      like this… ^^

  2. eh ralat.. Al-Maidah(5) ayat 100.. hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 877 other followers